Statistik Pengunjung

Total Hits : 821350
Pengunjung : 184415
Hari ini : 20
Hits hari ini : 71
Member Online : 104
IP : 3.209.80.87
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

yudid_happy@yahoo.co.id    

Membentuk Kedisiplinan Warga Sekolah

Tanggal : 14/08/2010, dibaca 1321 kali.

Menbentuk Kedisiplinan Warga Sekolah

Oleh : Yulius Adi Utomo

Sekolah yang tertib, aman, dan teratur merupakan prasyarat agar peserta didik dapat belajar secara optimal. Kondisi ini dapat terjadi jika disiplin di sekolah dihidupi dengan baik oleh semua warga sekolah. Kedisiplinan peserta didik dapat semakin ditumbuhkan, jika iklim sekolah menunujukkan adanya kedisiplinan nyata dalam prilaku semua warga sekolah setiap hari. Seorang didwa baru akan segera menyesuaikan diri dengan situasi sekolah di mana dirinya menjadi warga sekolah. Jika situasi sekolah disiplin, didwa itu akan ikut disiplin. Oleh karena itu sekolah perlu menciptakan situasi sekolah yang disiplin. Untuk ini, kepada sekolah dan guru berperan penting dalam membentuk disiplin sekolah, mulai dari merancang, melaksanakan, dan menegakkannya.

Persoalannya, bagaimanakah kedisiplinan sekolah dirancang ?  Kedisiplinan sekolah hendaknya dirancang dengan memperhatikan rambu-rambu sbb : (1) Penyusunan rancangan kedisiplinan sekolah melibatkan guru, staf administrasi, wakil peserta didik, dan wakil orang tua siswa. Dengan demikian itu diharapkan mereka merasa bertanggung jawab atas kelancaran pelaksanaannya. (2) Rancangan kedidiplinan harus sesuai dengan misi dan tujuan sekolah, dalam arti menjabarkan tujuan sekolah/institusi. (3) Rancangan harus singkat dan jelas, sehingga mudah dipahami. (4) Rancangan harus memuat secara jelas daftar perilaku yang dilarang oleh sekolah beserta sanksinya. Sanksi harus bersifat mendidik dan disepakati ooleh siswa, guru, dan wakil orang tua siswa. (5) Peraturan yang telayh disepakati bersama melalui rapat sekolah, surat pemberitahuan, majalah sekolah dll, sehingga semua pihal dapat memahaminya. (6) Semua aktivitas siswa harus dijiwai oleh kedisiplinan.

Hingga kini orang berkeyakinan, betapapun baik sebuah rancangan, hal itu belumlah menjamin tercapainya suatu tujuan yang diinginkan, jika tidak ditindaklanjuti dan dihidupi dengan pelaksanaan yang konsisten dan kontinyu. Lagi pula, rancangan yang baik belum tentu dapat nenghasilkan sesuatu yang baik., jika pelaksanaan dari rancangan itu tidak berjalan dengan baik, atau tidak sejalan sengan rancangan yang telah disepakati bersama. Oleh karena itu,  sebuah rancangan yang baik harus pula diikuti dengan pelaksanaan yang baik, konsisten dan kontinyu. Demikian pula, rancangan tentang kedisiplinan sekolah yang telah dibuat dengan baik tidak otomatis dapat membuat warga sekolah, utamanya peserta didik, akan menjadi disiplin, jika situasi di sekolah tidak secara nyata menunjukkan adanya kedisiplinan yang baik.

Agar rancangan peraturan kedisiplinan sekolah dapat berhasil guna, maka perlu pula diperhatikan hal-hal sbb : (1) Rancangan peraturan yang telah dibuat dan disepakati bersama harus disosialisasikan sehingga mendapat dukungan dari warga sejkolah maupun orang tua siswa. (2) Yakinkan kepada semua warga sekolah (guru, siswa, bahkan orang tua siswa) bahwa peraturan sekolah adalah sarana yang baik untuk menumbuhkan kedisiplinan semua warga sekolah, terutama peserta didik. (3) Berikan kepercayaan kepada para guru dan staf administrasi untuk melaksanakannya. (4) Lakukan pemantauan terhadap pelaksanaan ketertiban dan kedidiplinan, a.l. dengan mengunjungi kelas. (5) Jadilah teladan/model disiplin dengan prilaku disiplin sesuai dengan peraturan di setiap tempat  dan setiap waktu. (6) Atasi setiap pelanggaran dengan menetapkan sanksi secara konsisten. Para guru didorong member peringatan dini. Jika ada peserta didik yang menyimpang , (7) Secara periodic, lakukan peninjauan untuk mengetahui apakah peraturan itu masih sesuai, atau mungkin perlu pembaharuan. (8) Berikan penhargaan kepada guru, karyawan, atau peserta didik yang berperilaku disiplin berupa piagam atau dorongan   semangat dengan diumumkan pada acara atau upacara yang diselenggarakan sekolah atau pada momentum yang sesuai.

Selain itu , di lingkungan sekolah perlu diciptakan suasana yang sejuk, nyaman, penuh rasa kekeluargaan dan keimanan. Pelaksanaan disiplin sekolah tidak perlu berada dalam situasi yang mencekam, tetapi melalui sapaan yang manusiawi, dialogis dan dijiwai oleh semangat kasih. Jika kedisiplinan sekolah dapat dihidupi dan diwujudnyatakan dengan baik oleh semua warga sekolah, maka hai ini akan merupakan cerminan adanya kultur sekolah yang aik sehingga dapat mendorong peserta didik untuk belajar secara optimal. Dengan demikian diharapkan akan terbentuk generasi muda yang pandai plus nerdisiplin diri yang baik. Semua cara yang kita lakukan hanyalah pilihan untuk melayani dan membantu peserta didik meraih masa depannya.

 



Pengirim : Admin
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas