Agenda
17 July 2019
M
S
S
R
K
J
S
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Statistik Pengunjung

Total Hits : 795608
Pengunjung : 176159
Hari ini : 27
Hits hari ini : 67
Member Online : 104
IP : 18.206.241.26
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

yudid_happy@yahoo.co.id    

Hukum orang yang tidak mau tahu perkara-perkara agama

Tanggal : 16/07/2010, dibaca 576 kali.

Sesungguhnya Allah menciptakan kehidupan ini untuk menguji hamba-hamba-Nya, siapa yang pantas mendapat surga dan siapa yang pantas mendapat neraka.

Surga untuk hamba yang bertakwa dan neraka untuk yang durhaka…
Takwa adalah melaksanakan perintah2 dan menjauhi larangan2-Nya.
Mungkinkah seseorang tahu apa yang diperintah dan dilarang tanpa ilmu?
Maka takwa tidak dapat diraih kecuali dengan ilmu.
Jadi, mungkinkah kita meraih surga tanpa ilmu?

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah maka dia akan diberi pemahaman tentang agamanya” (HR. Bukhari)

Maka barangsiapa yang tidak paham tentang perkara-perkara agama, dikhawatirkan ia bukan termasuk orang yang dikehendaki kebaikan oleh Allah. Kebaikan di dunia adalah ilmu dan amal shalih dan kebaikan di akhirat adalah mendapat surga.

Oleh karena itu, menuntut ilmu syar’i sangatlah penting bahkan wajib

HUKUM ORANG YANG TIDAK TAHU PERKARA-PERKARA AGAMA
Orang yang melanggar perintah dan larangan karena tidak tahu, insyaAllah akan mendapat udzur. Allah berfirman

“Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul. (Al Israa’:15)

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”(Al Baqarah: 286)

HUKUM ORANG YANG TIDAK MAU TAHU PERKARA-PERKARA AGAMA
Adapun kebanyakan orang adalah bukannya tidak tahu, tetapi mereka tidak mau tahu perkara-perkara agama. Orang yang tidak mau tahu perkara-perkara agama hukumnya beda dengan orang yang tidak tahu. Orang yang tidak mau tahu perkara-perkara agama mendapat ancaman keras dari Allah.

Imam Ibnu Abil Izz Al-Hanafi dalam Syarh Aqidah Thahawiyah berkata:
“Dan sudah semestinya diketahui bahwasanya keumuman orang yang tersesat atau rendah kadarnya dalam memahami agama, hal itu lantaran mereka meremehkan untuk mengikuti apa yang dibawa oleh Rasul dan meninggalkan dalil-dalil yang mengantarkan pada pemahaman agama ini. Dan ketika mereka berpaling dari Kitabullah, maka mereka tersesat sebagaimana firman Allah ta’ala

Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. Berkatalah ia:”Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya seorang yang melihat”. Allah berfirman:”Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari inipun kamu dilupakan”. (Thaahaa:124-126)

Mudah-mudahan kita termasuk orang yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, amiin

Referensi
Syarh Aqidah Thahawiyah, Imam Ibnu Abil ‘Izz Al-Hanafi, http://www.almeshkat.net/books/open.php?cat=10&book=361
 



Pengirim : Hendi Ahmad
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas