Agenda
17 July 2019
M
S
S
R
K
J
S
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Statistik Pengunjung

Total Hits : 795665
Pengunjung : 176162
Hari ini : 30
Hits hari ini : 123
Member Online : 104
IP : 18.206.241.26
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

yudid_happy@yahoo.co.id    

LIBURAN KE TANAH KARO

Tanggal : 26/07/2010, dibaca 510 kali.

VText Box: Desa Berneh di kaki G. SibayakLIBURAN DI TANAH KARO

 

Desa Raja Berneh Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Karo (60 KM dari Kota Medan). Daerah yang berada di kaki Gunung Sibayak merupakan kawasan pertanian yang bercocok tanam sayuran dan hortikultura lainnya. Tidak salah kalau lokasi ini menjadi salah satu daerah tujuan agrowisata yang ada di Sumatera Utara..Gunung Sibayak ini merupakan gunung api yang masih aktif, dan mempunyai kawah yang cukup landai untuk dituruni dan tampak tidak terlalu berbahaya asalkan jangan terlalu dekat.

Kami menelusuri gunung Sibayak dengan menggunakan kendaraan, dari desa Raja Berneh (Semangat Gunung) Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Karo (60 KM dari Kota Medan) .
Melalui Desa Semangat Gunung (Desa Raja Berneh). Desa itu sangat indah dengan panorama alam dan hamparan perkebunan sayur-sayuran,  tanaman hias dan buah-buahan. Masyarakatnya bercorak masyarakat agraris, yang masih berpegang pada tradisi leluhur dengan kehidupan sosial yang multikultural. Dalam perjalanan menuju Gunung Sibayak, di sepanjang jalan akan terlihat pemandangan tradisional, berupa rumah-rumah adat Batak Karo yang telah berusia sekitar  250 tahun.
Banyak terdapat  sumber air panas di sekitar Desa Semangat Gunung dan di Gunung Sibayak. Di kaki  Gunung Sibayak terdapat sumber air panas yang sering didatangi para pengunjung. Uap airnya mengandung belerang, sehingga tercium agak menyengat. Kondisi  alamnya masih natural, dipenuhi pepohonan bambu dan rotan.

Mobil atau sepeda motor pribadi juga bisa ditempuh tanpa banyak rintangan karena jalannya sudah beraspal. Setelah sampai di kawasan ini tinggal menentukan lokasi pemandian yang akan dipergunakan. Ada sekitar tujuh pusat pemandian air panas (hot spring) yang telah kelola secara modern dan dilengkapi fasilitas semi permanen. Sedangkan satu lokasi pemandian dengan dikelola secara tradisional oleh pihak Pemda setempat. Sebenarnya objek wisata ini merupakan pemandian air panas yang mata airnya bersumber dari perut bumi dan mengandung unsur belerang. Selain terasa hangat, air panas tersebut juga dapat mengobati penyakit gatal-gatal bagi pengunjung yang datang , demikian kamipun menikmati khasiat air panas dengan bau belerang yang menyengat  dan terbukti penyakit kaki saya sepulang dari berendam air panas tersebut sembuh.  Sehingga tidak salah kalau berendam dengan air hangat belerang bisa dijadikan sebagai pengganti mandi sauna sekaligus obat.secara alam.
           Selain lokasi pemandian air panas yang sengaja dikelola secara tradisional, saat ini juga bermunculan lokasi pemandian air panas semi permanen. Dari catatan, ada sekitar 5 lokasi tempat pemandian yang dikelola secara profesional, di antaranya pemandian air panas Karona Family, Alam Sibayak, Panorama, Rindu Alam dan lainnya. Lokasi pemandian ini dipermak dan dipoles seindah mungkin, tetapi sumber air panas tetap berasal dari aliran Gunung Sibayak. Sedangkan temperatur air panas yang berada di pusat-pusat pemadian air panas di Desa Semangat Gunung antara 27-35 derajat Celsius.

 

 

BERLIAN DI DESA RAJA BERNEH (DESA SEMANGAT GUNUNG) GUNUNG SIBAYAK

Kami terpesona ketika melihat pemandangan begitu indah di desa Berneh, kami turun sejenak untuk melihat-lihat di suatu ladang yang sungguh terlihat terpelihara dengan baik bahkan menghasilkan banyak macam-macam tanaman  yang di tanam di tanah yang bertingkat. seperti misalnya : tanaman jeruk ada di tanah yang tinggi, kemudian menelusuri agak ke bawah tanaman strawberry, lebih kebawah lagi tanaman papino (buahnya seperti terung besar berwarna ungu jika sudah matang rasa buah tersebut persis seperti melon), tomat cherry, cabai dll. Dan diantara ladang tersebut di tempat yang datar ada kolam ikan yang begitu banyak ikan yang ditanam bahkan cukup besar.

Pandangan penulis tertuju pada suatu alat yang berada  di tengah-tengah ladang tersebut tidak jauh dari kolam terdapat mesin yang sangat sederhana namun sangat berarti  bagi penerangan dan keamanan ladang tersebut .Karena ingin tahu lebih jauh maka penulispun berbincang-bincang dengan pemilik ladang sekaligus pencipta listrik dengan tenaga  air. Pemilik ladang tersebut adalah bapak Model Surbakti  usia sekitar 52 tahun , ternyata setelah berbincang-bincang bahwa alat itu adalah untuk membangkitkan listrik dengan tenaga air yang di rancang sendiri secara otodidak yang hanya membutuhkan biaya tak lebih dari seribu rupiah hanya untuk membeli oli. Listrik ini digunakan untuk keperluan penerangan sekaligus perawatan tanaman di ladangnya.

Berbincang lebih jauh ternyata bapak Surbaki ini belum pernah menikmati bangku di Perguruan Tinggi namun cukup bisa dibanggakan putranya yang pertama Agus Surbaki sudah menikah dan bekerja di Pertamina. Beliau mempunyai anak empat orang yang kedua Dian Surbaki, kuliah di  IPB  (Bogor) .   ketiga Rahayu Surbaki kuliah di IPB (Bogor) dan yang terakhir Euis Surbaki. Anak kedua yang sedang menunggu wisuda pada tanggal 28 juli 2010  sangat diharapkan untuk dapat meneruskan usaha sang ayah secara ilmiah dengan menggunakan manajemen yang ilmiah pula, namun sementara yang anak yang paling kecil sudah tamat dari SMA tidak melanjutkan ke Perguruan Tinggi tapi ingin mengikuti jejak sang ayah. Pak Surbaki ini mengatakan bahwa apa yang sudah ia lakukan sudah pernah dibuat penelitian oleh mahasiswa sebagai bahan Skripsi, hal ini merupakan suatu kebanggan tersendiri. Melihat kenyataan di zaman modern ini masih ada anak muda yang begitu patuh dan taat pada kedua orang tuanya. Seperti keluarga pa Surbaki ini. Saat penulis berkunjung ke ladang sang ayah sedang bekerja bersama si bungsu, dan anak yang kedua menemani ibunya ( ibu Kuhna) yang berjualan hasil tanaman ladangnya  di tempat wisata permandian air panas .

Kamipun mampir ke permandian air panas yang kemudian belanja buah-buahan yang dijual ibu Kuhna setelah itu kami berfoto bersama dengan anak kedua pak Surbaki  (Dian S) lalu meneruskan perjalanan dengan terus menelusuri jalan aspal yang tidak besar terus ke  gunung Sibayak sampai kembali lagi dan berbelanja souvenir di Gundaling. Setelah selesai kami kembali ke Medan untuk persiapan esoknya pulang ke Bandung.

 



Pengirim : Dra. Helena Asri S. MH
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas